seperti biasa siang itu di stasiun tawang, entahlahitu hari apa, sambil berpeluh dan berkeringat karena kota yang tidak cukup dingin untukku. Perutku terasa cukup begah karena pandanganku ke arah Dunkin Donuts, ya, aku berharap di situ aku menemukan pengganjal kelaparan. Masuklah aku sama temanku ini dengan percaya diri tinggi menghampiri papan harga, dan untuk beberapa saat kami termenung.... ?????????????????????? what the f*ck, uang kami tidak cukup bahkan hanya untuk membeli teh.. dan akhirnya,... "maaf mbak, kayaknya saya salah masuk!"...
Paskah kali ini, saya berusaha untuk pulang ke rumah. Selagi saya masih berada di wilayah yang dekat dengan kota tempat tinggal orang tusaya, Boyolali. Kemungkinan besar tahun ini saya lulus, dan mungkin juga paskah tahun depan saya berada di kota lain, yang jauh dari sini. Mungkin juga saya berada di negara lain, entah dimana itu. Terkadang saya berfikir, apakah sebenar-benarnya Tuhan itu nyaman berada dalam wujud manusia? Apakah Tuhan itu senang ketika harus menjadi sosok Yesus Kristus? Dengan semua kenyamanannya dalam balutan kekudusan dan kekuasaan yang lebih besar dari apapun, apakah sesungguhnya Tuhan merasa nyaman ketika harus meninggalkan itu semua? Jawabannya, mungkin tidak, tetapi harus dilakukan. Demi kita, demi cinta! Yesus saja waktu di taman getsemani berdoa : Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki...
Comments
Post a Comment