Skip to main content

Tips dan Trik Lulus Ujian Teori SIM

 Hola! Saya mau membagikan tips cara lulus ujian SIM teori agar lolos minimal memperolehnilai 70 dari 30 soal, minimal benar 21 soal. oke mari kita mulai.

1. Berdoa
Dalam melakukan segala sesuatu kita harus berdoa, termasuk dalam hal ujian SIM. kita tidak hanya harus berdoa supaya diberi kellancaran, tetapi juga harus mendoakan oknu polisi supaya dalam pelaksanaan ujian diberi hikmat oleh Tuhan untuk membantu kaum seperti kita
2. Teguh PendirianSsaat masuk untuk mendaftar, biasanya kita ditawari untuk dibantu oleh calo, sehingga kita harus teguh berpendirian untuk melakukan ujian sendiri, tetapi seandainya tidak teguh pendirian, kalian akan dibantu dan otomatis dapat SIM, bisa saya pastikan kehidupan anda tidak sejahtera. :D
3. Curiga
Anda juga harus merasa curiga dengan soal soal yang diberikan, kalau memang tidak yakin dengan jawaban, lebih baik dijawab salah, karena biasanya soal soal yang ditanyakan banyak yang menipu pandangan.
4. Sopan
Sopanlah terhadap para Pengayom dan pelindung masyarakat, bapak Polisi, supaya nama anda tidak di black list oleh pihak kepolisian di tempat Anda mencari SIM

Sekian dulu tips dari saya, untuk tips ujian praktek, saya belum akan memberikan, karena saya belum lulus uji praktek.. thanks

Comments

Popular posts from this blog

Bukan!

Maafkan aku, Menghujam engkau dengan tanya retorik                 Bukan aku tak paham sibukmu.     Bukan!                 Aku hanya ingin mereda bara rindu yang terik Maafkan aku Membebani gawaimu dengan pesan yang berbaris                 Bukan aku ingin menguras waktumu.     Bukan!                 Aku hanya ingin rinduku terasa terbalas lewat apa yang kau tulis Maafkan aku Menyebutmu dalam setiap semogaku                 Bukan aku memaksa kehendak Tuhan.     Bukan!     Aku hanya ingin Tuhan dapat mendengar lirihnya dan mem...

Karanganyar

Minggu, 12 Januari 2014, saya bangun dari tidur,seperti biasa, berangkat ke gereja pukul 05.30 WIB. rencana pukul 08.00 WIB berangkat ke Karanganyar, ya mengisi waktu libur. Saya memang suka mengunjungi tempat-tempat wisata, ya, bisa dibilang saya seorang backpacker pemula. Pemula?? Ya, karena saya baru menemukan passion dan teman untuk melakukan perjalanan backpacking waktu masuk ke perguruan tinggi. Apalagi saat SMK, orang tua pasti tidak akan mengijinkan saya untuk keluar kota atau backpacking. Orang tua saya memang termasuk protektif, walaupun saya kurang nyaman dengan perlakuan tersebut, tetapi saya bisa memahami apa yang diinginkan orang tua saya, terlebih karena saya seorang anak bungsu. Tapi setelah masuk kuliah, saya menemukan seorang teman yang memang senang backpacking. Setelah itu, saya jadi lebih sering main main ke luar kota, mulai dari Surakarta, Jogjakarta, Magelang, sampai ke Jakarta. Kembali ke bahasan awal, saya  pulang dari gereja pukul 08.30 WIB. Dan itu leb...

Esensi Paskah dan Hal Kekhawatiran

Paskah kali ini, saya berusaha untuk pulang ke rumah. Selagi saya masih berada di wilayah yang dekat dengan kota tempat tinggal orang tusaya, Boyolali. Kemungkinan besar tahun ini saya lulus, dan mungkin juga paskah tahun depan saya berada di kota lain, yang jauh dari sini. Mungkin juga saya berada di negara lain, entah dimana itu. Terkadang saya berfikir, apakah sebenar-benarnya Tuhan itu nyaman berada dalam wujud manusia? Apakah Tuhan itu senang ketika harus menjadi sosok Yesus Kristus? Dengan semua kenyamanannya dalam balutan kekudusan dan kekuasaan yang lebih besar dari apapun, apakah sesungguhnya Tuhan merasa nyaman ketika harus meninggalkan itu semua? Jawabannya, mungkin tidak, tetapi harus dilakukan. Demi kita, demi cinta!  Yesus saja waktu di taman getsemani berdoa :  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini   lalu   dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki...