berikan sedikit senyuman uuntuk setiap nafas yang kau hirup, untuk setiap udara yang masih dapat kau nikmati, untuk sepotong kebahagiaan yang masih menghampirimu, untuk setiap senyum yang masih bisa kau temukan, untuk setiap cobaan yang menghadang, untuk setiap kekuatan yang masih kau mliki untuk menghadapinya, untuk setiap langkah yang kau ambil, untuk setiap nikmat karunia Tuhan di hidup ini. terkadang kita lupa, tentang karunia yang sebenarnya sangat bermakna untuk kita. kita hanya ingin hal-hal besar saja tanpa mensyukuri hal hal kecil yang setiap saat menghampiri.
Paskah kali ini, saya berusaha untuk pulang ke rumah. Selagi saya masih berada di wilayah yang dekat dengan kota tempat tinggal orang tusaya, Boyolali. Kemungkinan besar tahun ini saya lulus, dan mungkin juga paskah tahun depan saya berada di kota lain, yang jauh dari sini. Mungkin juga saya berada di negara lain, entah dimana itu. Terkadang saya berfikir, apakah sebenar-benarnya Tuhan itu nyaman berada dalam wujud manusia? Apakah Tuhan itu senang ketika harus menjadi sosok Yesus Kristus? Dengan semua kenyamanannya dalam balutan kekudusan dan kekuasaan yang lebih besar dari apapun, apakah sesungguhnya Tuhan merasa nyaman ketika harus meninggalkan itu semua? Jawabannya, mungkin tidak, tetapi harus dilakukan. Demi kita, demi cinta! Yesus saja waktu di taman getsemani berdoa : Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki...
Comments
Post a Comment