Skip to main content

Posts

Bangsa Kasihan - Kahlil Gibran

Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak dituainya, dan meminum anggur yang tidak diperasnya. Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah. Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur sementara menyerah padanya ketika bangun. Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara, kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di runtuhan, dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada diantara pedang dan landasan. Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, falsafahnya karung nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru. Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi. Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu dan orang kuat masih dalam g...

Tertampar Pedasnya Mie Tapuk Salatiga

Pagi itu saya ada kuliah pukul 07.00 pagi dan selesai pukul 09.00. pukul 09.30 saya pulang ke rumah dan kampong halaman saya di Boyolali sambil memboncenggkan teman saya yang berdomisili di salatiga. Saya berencna mengunjungi salah satu tempat makan yang cukup terkenal terutama di salatiga. Mie tapuk, itu nama tempat makan yang akan kami datangi. Saya penasaran dengan tempat makan ini semenjak teman saya sering bercerita tentang tempat ini. Review ini saya mulai dari lokasi. Mie tapuk salatiga terletak di jalan cemara raya no 26, dekat kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan SMA Negeri 1 Salatiga. Kawasan yang ramai ini menguntungkan warung ini karena dekat dengan kos-kosan mahasiswa juga. Lokasinya pun sangat mudah untuk dicari, dari arah semarang menuju salatiga, di jalan diponegoro, jembatan penyeberangan sebelum UKSW belok kiri, lurus saja sampai ada tulisan mie tapuk di kanan jalan. Nama warung ini juga cukup unik. Mie tapuk berasal dari bahasa   jawa yan...

Sebuah Pelajaran dari Penjual Penthol

Seseorang pria paruh baya itu setiap hari duduk di Taman Kota. Dengan topi yang sudah lusuh, dengan sepeda yang sudah berwindu windu menemani, dengan sepatu yang sedikit kekecilan dan dagangan di boncengan sepeda. Mengharapkan uluran pembeli demi menghidupi 5 orang putra putri. Satu orang putri sudah menikah 4 orang lain masih di tingkat pendidikan, pendidikan dasar maupun menengah. Ada kalanya saat kita membeli sesuatu tidak melihat kegunaannya, tetapi lebih kepada apa yang dibelakangnya. Mereka berenam hidup dari apa yang bisa kita lakukan, membeli sedikit penthol. Saya membayangkan bagaimana penthol itu dapat mencukupi  kebutuhan hidup 6 orang. Sementara arang dan api menjadi tanggungan. Mereka mungkin tidak menikmati bahan bakar minyak, tetapi akan terasa terbakar saat harga melonjak. dengan mengharapkan beberapa ribu dari setiap anak yang lewat, mereka akan tetap menjaga asa hidup. meski langkahnya renta dimakan usia, semangatnya selalu menggelora mengingat keempat jago...

Say No To Valentine?

Selamat siang! Perkenalkan saya Yulius Haryadi dan saya beragama Kristen. Akhir-akhir ini banyak sekali kampanye yang dilakukan dalam rangka menyambut valentine, terutama dari saudara saudara yang Muslim, tentu tidak semua muslim. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa valentine itu haram dan bukan budaya mereka. Oke, itu masih bisa diterima. tapi semakin lama kampanyenya semakin aneh, (menurut saya) karena banyak yang mengupload foto "saya muslim, no valentine". Pasti sebagian besar kalian mulai menuduh ini itu karena saya Kristen, tapi baca dulu sampai akhir, saya mohon. Alasan bagi mereka yang menolak valentine berargumen valentine adalah satu momen dimana orang orang barat, atau sebagian lagi menuduh orang Kristen, untuk berbuat yang aneh aneh, semacam free sex dan sebagainya. Mungkin maksud semua orang itu baik, cuma mengajak untuk tidak melakukan penyimpangan norma norma agama, norma susila dan adat, tetapi bukankah itu sesuatu yang terlalu digeneralisasi kala...

Diam itu Emas?

Ada pepatah lama yang menngatakan bahwa "Diam itu Emas". Tettapi banyak juga yang menyagkalnya dan mengatakan bahwajangan hanya diam. Menurut saya, kalau hanya 'diam' dalam arti tidak melakukan apapun itu sesuatu hal yang salah, akan tetapi diam yang diibaratkan sebagai emas disini adalah "diam" mulutnya dan diiringi dengan berkarya atau melakukan sesuatu. Artinya jangan hanya berbunyi nyaring seperti tong kosong tetapi isilah tong itu dengan air. apakah alau sudah terisi air tong tidak akan berbunyi? masih! tetapi bunyi yang dikeluarkan lebih pelan dan lebih teratur. Seperti juga peribahasa "Air beriak tanda tak dalam". itu juga berarti hampir sama degan tong kosong tadi, tapi bukankah air yang dalam juga berbunyi? ya, tetapi bunyi yang dihasilkan lebih berbobot dan tidak degan analisis cetek. Intinya, jangan diam saja, tetapi perbanyaklah pengalaman dan pengetahuanmu agar apa yang keluar dari mulutmu berisi dan tidak hanya berdasarkan anali...

Kisah Kumbang dan Bunga Bermadu

Ada seekor kumbang yang lama tidak mendapat madu pada bunga. Pada suatu hari dia bertemu sebuah bunga yang memiliki madu. Dia lalu memberikan kode untuk mendapatkan madu bunga tersebut. “Hey, Bunga, apakah kau berpikiran untuk memberikan madumu untuk seekor kumbang?” tanya sang kumbang. Lalu si Bungapun menjawab “Sepertinya untuk saat ini belum bisa, Kumbang. Kau harus menunggu dulu sampai maduku menjadi banyak dan terasa sangat manis dulu, baru kamu boleh memintanya dari aku!” Sang kumbang sedikit pupus harapan, dan memutuskan untuk   menunggu sang bunga berttumbuh enjadi bunga yang menghasikan madu dengan jumlah yang besar dan rasa yang manis, mungkin itu membutuhkan waktu 3-4 tahun lagi. Waktu yang lama, bukan? Setiap   hari Kumbang mencoba menjaga Bunga ini,   dia menyiram air, dia terkadang rela untuk hujan hujanan ke taman hanya untuk meihat Bunga ini semakin semangat. Kumbang ini pun tidak tahu, apa sebenarnya yang dirasakan sang Bunga, hanya, yang men...

Garansi Skripsi Nilai A

-Ontologi Jelas mana yang akan diteliti, mana juga yang tidak akan diteliti. kadangkala ada yang tidak dimengerti sang penulis. -Epistemologis Bagaimana cara mendapatkan yang kita cari. Pendekatan teori dan lainnya -Metodologi Misal mau wawancara harus jelas alasannya, kenapa dia? Kenapa bukan yang lain? Kenapa pertanyaan seperti itu. -Aksiologi Setelah selesai, harus bisa menjelaskan apa yang akan diperoleh atau menjadi sumbang sih dalam penelitian anda.