Skip to main content

Bukan!




Maafkan aku,
Menghujam engkau dengan tanya retorik
                Bukan aku tak paham sibukmu.
    Bukan!
                Aku hanya ingin mereda bara rindu yang terik
Maafkan aku
Membebani gawaimu dengan pesan yang berbaris
                Bukan aku ingin menguras waktumu.
    Bukan!
                Aku hanya ingin rinduku terasa terbalas lewat apa yang kau tulis
Maafkan aku
Menyebutmu dalam setiap semogaku
                Bukan aku memaksa kehendak Tuhan.
    Bukan!
    Aku hanya ingin Tuhan dapat mendengar lirihnya dan membantuku menjagamu
    Meski kau amat jauh dari sisiku
Maafkan aku
Mencintaimu
                Bukan aku ingin mengurungmu dalam penjara hubungan.
    Bukan!
                Aku hanya ingin memastikan kau tahu itu
    Sambil berharap suatu saat nanti
    Kita bersama dalam kurun yang tak terdefinisi.

Boyolali, 1 Mei 2016

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Esensi Paskah dan Hal Kekhawatiran

Paskah kali ini, saya berusaha untuk pulang ke rumah. Selagi saya masih berada di wilayah yang dekat dengan kota tempat tinggal orang tusaya, Boyolali. Kemungkinan besar tahun ini saya lulus, dan mungkin juga paskah tahun depan saya berada di kota lain, yang jauh dari sini. Mungkin juga saya berada di negara lain, entah dimana itu. Terkadang saya berfikir, apakah sebenar-benarnya Tuhan itu nyaman berada dalam wujud manusia? Apakah Tuhan itu senang ketika harus menjadi sosok Yesus Kristus? Dengan semua kenyamanannya dalam balutan kekudusan dan kekuasaan yang lebih besar dari apapun, apakah sesungguhnya Tuhan merasa nyaman ketika harus meninggalkan itu semua? Jawabannya, mungkin tidak, tetapi harus dilakukan. Demi kita, demi cinta!  Yesus saja waktu di taman getsemani berdoa :  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini   lalu   dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki...

Perihal Kerinduan

Kerinduan adalah sebuah Nomina (kata benda) perihal rindu; keinginan dan harapan (akan bertemu). Kerinduan ini terkadang tidak dapat dijelaskan kenapa terjadi ataupun diatur untuk siapa kerinduan tersebut dialamatkan. Kerinduan kadang bersifat random dan tiba tiba muncul. Terkadang saya merasakan tiba tiba pengen menemui seseorang, atau kadang hanya sekedar ingin bertegur sapa tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Namun, dengan hanya bertemu dengan orang tersebut saja kita sudah merasakan kepuasan yang tidak dapat dikatakan. Selama saya kuliah di Semarang, terkadang saya tiba tiba merindukan suasana rumah atau kampung halaman secara tiba tiba, sementara saya baru beberapa hari berangkat, tetapi saat kerinduan saya terhadap kampung halaman timbul, maka saya akan segera pulang walaupun di rumah hanya beberapa jam. "Rindu harus dilampiaskan, ingin bertemu dengan seseorang tidak bisa ditahan, apalagi ditangguhkan. perjuangkanlah kerinduanmu sebelum alam menghalangi dirimu untu...